Sejarah
Argentina
Penjelajah
Eropa yang pertama telah tiba di sini
pada awal abad ke-16 (yang
pertama untuk melihat dan menjelajah tanah air ini ialah seorang pelayar
Spanyol bernama Juan Díaz de Solís pada 1516 tetapi
terbunuh pada tahun yang sama). Ini diikuti dengan penjajahan Spanyol yang lain
dan berakhir dengan penempatan mereka di Buenos Aires dalam tahun 1580. Selepas Revolusi Mei 1810 dan kemerdekaan dari
Spanyol pada 1816, suatu konflik telah tercetus antara kelompok centralist
dan federalist dan berlarut-larut hingga berdirinya lembaga baru pada
1853.
Pada awal abad ke-20
ekonomi Argentina merupakan salah satu yang termaju di dunia dan berada di
urutan ke-10 negara paling kaya di dunia.Selepas berakhirnya Perang Dunia II, berlaku pula kebangkitan gerakan rakyat Perónisme satu gerakan yang didirikan oleh Juan Perón, tokoh terkemuka di Argentina dan di Amerika Selatan pada abad ke-20. Ia telah menyokong gerakan buruh di Argentina tetapi akhirnya telah mempolarisasikan negara itu. Pada tahun 1955, ia digulingkan oleh pihak militer. Sejak itu, pihak ini telah mengatur negara Argentina dan saling tukar-menukar dengan pemerintahan yang demokratis. Rezim militer yang paling zalim sekali telah memerintah Argentina antara tahun 1976 dan 1983. Regim tersebut kerap melanggar hak asasi manusia dan membunuh beribu-ribu orang yang dikenal sebagai "desaparecidos" (bahasa Spanyol untuk “mereka yang lenyap”)—dalam satu peristiwa yang dipanggil “dirty war” atau 'perang kotor'. Pada awal tahun 1980-an, rakyat semakin bosan dengan pemerintahan karena masalah ekonomi yang semakin meruncing, korupsi merajalela dan kekalahan di tangan tentara Britania Raya dalam "Perang Falkland" (di Argentina dikenal sebagai Perang Malvinas yaitu nama Argentina untuk pulau tersebut) pada tahun 1982. Selepas pemerintahan militer jatuh pada 1983, pemerintahan Argentina telah berusaha untuk menjadi demokratis tetapi terpaksa berhadapan dengan masalah ekonomi yang parah.
Politik
Konstitusi Argentina 1853,
yang diubah pada 1994, memberi mandat pembagian
kekuasaan antara badan-badan eksekutif, legislatif dan kehakiman di tingkat nasional dan negara
bagian. Presiden dan Wakil Presiden dipilih secara langsung setiap 4 tahun.
Mereka boleh menyandang jabatan selama tidak lebih 2 masa jabatan; mereka hanya
diizinkan bertarung untuk kali ketiga setelah tidak aktif selama satu masa. Presiden melantik anggota kabinet dan konstitusi memberikan kekuasaan besar kepadanya
sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan,
termasuk kuasa untuk mengubah undang-undang di bawah mandat presiden dengan syarat
"mendesak dan perlu" dan juga hak veto yang terbatas.Parlemen Argentina dikenal sebagai Kongres Nasional atau Congreso Nacional. Menggunakan sistem Parlemen bikameral terbagi atas dua kamar yang utama: Senat atau Senado dengan 72 kursi dan Dewan Perwakilan atau Cámara de Diputados dengan 257 anggota. Sejak 2001, para senator dipilih secara langsung, dengan setiap negara bagian, termasuk ibu kota Federal, Buenos Aires, diwakili oleh tiga senator. Para senator menjabat selama 6 tahun. Sepertiga anggota Senat akan bertanding sekali lagi setiap 2 tahun. Anggota Dewan Perwakilan dipilih secara langsung dan menjabat selama 4 tahun. Rakyat memilih separuh dari anggota Dewan Perwakilan setiap dua tahun dan setiap anggota dewan dipilih mengikuti sistem pemilu perwakilan seimbang. Sepertiga dari semua calon yang diajukan oleh partai-partai harus terdiri dari kaum perempuan.
Lembaga yudikatifnya bebas dari lembaga eksekutif dan legislatif. Mahkamah Agung Argentina mempunyai 9 anggota, yang diangkat oleh Presiden atas persetujuan Senat. Sisa hakim-hakimnya ditunjuk oleh Consejo de la Magistratura de la Nación (Dewan Kehakiman Nasional), sebuah sekretariat yang terdiri atas wakil-wakil para hakim, pengacara, Kongres, dan pihak Eksekutif. (lihat pula hukum Argentina)
Argentina adalah anggota dari Mercosur, sebuah blok internasional yang mempunyai fungsi legislatif supra-nasional. Mercosur dibentuk oleh empat anggota biasa: Argentina, Brasil, Paraguay dan Uruguay; satu anggota biasa lainnya sedang diproses, yaitu Venezuela; dan tiga anggota asosiasi: Bolivia, Chili dan Peru.
Lima
Presiden dalam dua pekan
Pemerintahan Partai
Radikal di bawah pimpinan Presiden Raúl Ricardo Alfonsin Foulkes
(10 Desember 1983-9 Juli 1989) jatuh oleh pergolakan sosial dan aksi kaum buruh
yang frustrasi oleh persoalan ekonomi. Saat itu, Argentina mengalami
hiperinflasi hingga 5.000%. Naiknya Carlos Menem (8 Juli 1989-10 Desember 1999) pun semakin memperparah keadaan. Proses
pembangunan ekonomi justru memperbesar kesenjangan sosial ekonomi. Angka
pengangguran meningkat sampai 14,5%, sementara praktik korupsi dan tindak
kejahatan semakin meluas.Orientasi pembangunan cenderung elitis dan kurang memperhatikan rakyat bawah. Tak heran kalau di akhir kekuasaannya di tahun 1999, kondisi perekonomian negara sangat rapuh dan goyah. Tak lama setelah itu, Argentina langsung tersungkur dan mengalami krisis ekonomi yang hebat. Sikap terlalu liberal dan kurang kehati-hatian Menem juga merupakan penyebab krisis semakin parah.
Dalam pemilu 24 Oktober 1999, calon oposisi Fernando de la Rúa menang atas kandidat Partai Peronis Eduardo Alberto Duhalde dengan 48,5% berbanding 38%. Ketatnya kebijakan ekonomi menyebabkan Argentina gagal memenuhi batas waktu pembayaran utang luar negeri sebesar 132 milyar dolar AS dan gagal memperoleh kucuran dana pinjaman dari IMF sebesar US$1,3 milyar.
Setelah pengunduran diri Presiden de la Rua pada 20 Desember 2001, sesuai konstitusi, Kongres mengangkat Ketua Senat Ramón Puerta (21-23 Desember 2001) untuk menggantikan karena Wakil Presiden Carloz Alvarez telah mengundurkan diri tahun 2000.
Setelah 48 jam kemudian, Kongres bersidang selama tidak kurang 15 jam dan menetapkan Gubernur Provinsi San Luis Adolfo Rodriguez Saá (23 Desember 2001-1 Januari 2002) sebagai pengganti Presiden de la Rua. Begitu terpilih secara resmi, Presiden Rodriguez Saa menyatakan default (tidak sanggup membayar utang) atas utang luar negeri. Ini merupakan pernyataan default terbesar dalam sejarah.
Ketua Senat Ramon Puerta yang dalam konstitusi berhak menggantikan sementara karena kosongnya kursi wakil presiden langsung menyatakan mundur. Tindakan ini memaksa Ketua DPR Eduardo Camano (1-2 Januari 2002) harus mengambil alih kursi kepresidenan sementara selama 48 jam. Tepat pada 1 Januari 2002, Senator Eduardo Duhalde (2 Januari 2002-25 Mei 2003) terpilih menjadi presiden kelima Argentina dalam kurun waktu dua minggu. Eduardo Duhalde menyambut pemilihan dirinya sebagai presiden dan menyatakan, “Argentina Bangkrut”.
Hubungan
luar negeri
Presiden
Brasil, Uruguay dan Argentina pada peringatan hari jadi ke-20 Mercosur.
Argentina adalah
satu-satunya negara Amerika Latin yang ikut serta dalam Perang Teluk 1991 di bawah mandat PBB serta dalam setiap tahap operasi di Haiti. Argentina juga telah ikut serta
dalam operasi penjaga
perdamaian di seluruh dunia, termasuk di El Salvador-Honduras-Nikaragua, Guatemala, Ekuador-Peru, Sahara Barat, Angola, Kuwait, Siprus, Kroasia, Kosovo, Bosnia dan Timor Timur. Untuk menghargai
sumbangannya terhadap keamanan internasional dan upaya menjaga perdamaian,
Presiden AS Bill Clinton
menyebut Argentina sebagai sekutu non-NATO yang utama pada Januari 1998. Pada
2005, Argentina terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan
Keamanan PBB.Saat ini Argentina mengutamakan hubungan luar negerinya dengan Mercosur, berbeda dengan tekanan pada 1990 yang lebih mengutamakan Amerika Serikat.
Pada 2005, antara 4 November dan 5 November, kota Mar del Plata di Argentina menjadi tuan rumah untuk Pertemuan Puncak ke-4 Negara-negara Amerika. Pertemuan ini ditandai oleh sejumlah insiden protes anti AS.
Argentina mengklaim kedaulatan atas Kep. Falkland/Malvinas, Kep. Shetland Selatan, Kep. Sandwich Selatan dan wilayah seluas hampir 1 juta km² di Antartika, antara 25ºBB dan 74ºBB dan garis paralel 60ºLS. Wilayah Antartika ini disebut Antartika Argentina dan dianggap sebagai bagian dari Wilayah Nasional, karena berbagai alasan, antara lain adalah pendudukan permanen selama lebih dari satu abad.
Budaya
Argentina merupakan
sebuah negara yang unik karena merupakan salah satu negara di Amerika Latin di
mana orang Eropa diterima dan tidak merasa terpinggirkan. Ini terjadi karena
pengaruh budaya Spanyol dan Italia yang kuat. Spanyol adalah
bahasa resminya tetapi bahasa lain juga dituturkan di sini termasuk Jerman,
Inggris, Italia dan Perancis. Anggota perdagangan di sini menggunakan bahasa Inggris dengan meluas.Walaupun, pengaruh Eropa telah menyatu dengan kesenian, penulisan serta gaya hidup rakyat Argentina, negara ini masih dapat melestarikan identitasnya yang tersendiri. Ini jelas kelihatan dari tulisan karyawan Argentina yang tersohor seperti Jorge Luis Borges dan Manuel Puig, dan pemain bola sepaknya yang artistik seperti Diego Maradona.
Dari segi makanan, daging lembu merupakan makanan yang utama dan terdapat dalam hampir semua jenis makanan. Teh pula ialah minuman yang popular dan salah satu budaya Argentina ialah pemberian teh mate, sebagai tanda penerimaan seseorang.
Argentina juga cukup terkenal dengan tarian 'tango'nya, terutamanya di kota-kota seperti Buenos Aires. Tarian hot ini amat terkenal di seluruh dunia.
Spanyol merupakan bahasa resmi negara tetapi kaum pendatang masih menggunakan bahasa mereka masing-masing. Di samping itu terdapat 17 bahasa orang asli yang utama, termasuk Quechua, Mapuche, Guaraní, Tobas dan Matacos.
Tokoh
- Diego Maradona, pemain
sepak bola.
- Carlos Monzon, juara dunia tinju
kelas menengah WBA dan WBC
- Juan Martin Coggi, juara
dunia tinju kelas welter yunior WBA.
- Gabriel Omar Batistuta,
Top Skor Timnas Argentina Sepanjang Mas
Pendapat
Saya :
Argentina merupakan negara yang cukup
unik dari beberapa negara di dunia. Terkenal dengan persepakbolaanya hingga pemain sepak
bola legendaris. Argentina mempunyai
kawasan yang luas dan merupakan negara terbesar kedelapan di dunia, sedangkan
ibu kotanya Buenos Aires adalah
salah satu metropolitan yang
terpadat di dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar