Republik
Afrika Selatan adalah sebuah negara di Afrika bagian selatan. Afrika Selatan bertetangga
dengan Namibia, Botswana dan Zimbabwe di utara, Mozambik dan Swaziland di timur laut. Keseluruhan
negara Lesotho terletak di pedalaman Afrika
Selatan.
Pada masa dahulu, pemerintahan negara ini dikecam
karena politik 'apartheid'nya
tetapi sekarang Afrika Selatan adalah sebuah negara demokratis dengan
penduduk kulit putih terbesar di benua Afrika. Afrika Selatan juga merupakan
negara dengan berbagai macam bangsa dan mempunyai 11 bahasa resmi. Negara ini
juga terkenal sebagai produsen berlian,
emas dan platinum yang utama
di dunia.
Sejarah
Afrika
Selatan merupakan salah satu negara tertua di benua Afrika. Banyak suku telah
menjadi penghuninya termasuk suku Khoi, Bushmen, Xhosa dan Zulu. Penjelajah Belanda yang dikenal sebagai Afrikaner tiba disana pada 1652. Pada saat itu Inggris juga berminat dengan negara
ini, terutama setelah penemuan cadangan berlian yang
melimpah. Hal ini menyebabkan Perang Britania-Belanda
dan dua Perang Boer. Pada
1910, empat republik utama
digabung di bawah Kesatuan Afrika Selatan.
Pada 1931, Afrika Selatan menjadi jajahan Britania sepenuhnya.
Walaupun negara ini berada di bawah jajahan Britania,
mereka terpaksa berbagi kuasa dengan pihak Afrikaner. Pembagian kuasa ini telah
berlanjut hingga tahun 1940-an, saat
partai pro-Afrikaner yaitu Partai Nasional
(NP) memperoleh mayoritas di parlemen.
Strategi-strategi partai tersebut telah menciptakan dasar apartheid (yang disahkan pada tahun
1948), suatu cara untuk mengawal sistem ekonomi dan sosial negara dengan
dominasi kulit putih dan diskriminasi ras. Namun demikian
pemerintahan Britania kerap kali menggagalkan usaha apartheid yang menyeluruh
di Afrika Selatan.
Pada tahun 1961, setelah pemilu khusus kaum kulit putih,
Afrika Selatan dideklarasikan sebagai sebuah republik. Bermula pada 1960-an, 'Grand
Apartheid' (apartheid besar) dilaksanakan, politik ini menekankan pengasingan
wilayah dan kezaliman pihak polisi.
Penindasan kaum kulit hitam terus berlanjut sehingga
akhir abad ke-20. Pada Februari 1990, akibat dorongan dari bangsa lain dan
tentangan hebat dari berbagai gerakan anti-apartheid khususnya Kongres Nasional Afrika
(ANC), pemerintahan Partai Nasional di bawah pimpinan Presiden F.W. de Klerk
menarik balik larangan terhadap Kongres Nasional Afrika dan partai-partai
politik berhaluan kiri yang lain dan membebaskan Nelson Mandela dari penjara.
Undang-undang apartheid mulai dihapus secara perlahan-lahan dan pemilu tanpa diskriminasi yang
pertama diadakan pada tahun 1994. Partai ANC meraih kemenangan yang besar dan Nelson Mandela, dilantik sebagai
Presiden kulit hitam yang pertama di Afrika Selatan. Walaupun kekuasaan sudah
berada di tangan kaum kulit hitam, berjuta-juta penduduknya masih hidup dalam
kemiskinan.
Sewaktu Nelson Mandela menjadi presiden negara
ini selama 5 tahun, pemerintahannya telah berjanji untuk melaksanakan perubahan
terutamanya dalam isu-isu yang telah diabaikan semasa era apartheid. Beberapa
isu-isu yang ditangani oleh pemerintahan
pimpinan ANC adalah seperti pengangguran, wabah AIDS, kekurangan perumahan dan pangan. Pemerintahan Mandela
juga mula memperkenalkan kembali Afrika Selatan kepada ekonomi global setelah
beberapa tahun diasingkankan karena politik apartheid. Di samping itu, dalam
usaha mereka untuk menyatukan rakyat pemerintah juga membuat sebuah komite yang
dikenal dengan Truth and Reconciliation
Committee (TRC) dibawah pimpinan Uskup Desmond Tutu. Komite ini berperan untuk
memantau badan-badan pemerintah seperti badan polisi agar masyarakat Afrika Selatan
dapat hidup dalam aman dan harmonis.
Presiden Mandela menumpukan seluruh perhatiannya
terhadap perdamaian di tahap nasional, dan mencoba untuk membina suatu jatidiri
untuk Afrika Selatan dalam masyarakat majemuk
yang terpisah oleh konflik yang berlarut-larut selama beberapa dasawarsa.
Kemampuan Mandela dalam mencapai objektifnya jelas terbukti karena selepas 1994
negara ini telah bebas dari konflik politik. Nelson Mandela meletakkan
jabatannya sebagai presiden partai ANC
pada Desember 1997, untuk memberi kesempatan kepada Presiden yang baru yaitu Thabo Mbeki. Mbeki dipilih sebagai
presiden Afrika Selatan selepas memenangi pemilu nasional pada tahun 1999, dan
partainya menang tipis dua pertiga mayoritas di parlemen. Presiden Mbeki telah
mengalihkan fokus pemerintahan dari pendamaian ke perubahan, terutama dari segi
ekonomi negara.
Politik
Bangunan National Assembly di Kaapstad
Afrika Selatan merupakan negara demokrasi konstitusional
dengan sistem tiga tingkat dan institusi kehakiman yang bebas. Terdapat tiga
peringkat yaitu nasional, wilayah dan pemerintahan lokal yang mempunyai badan legislatif serta eksekutif dengan daerah kekuasaan
masing-masing.
Presiden
Afrika Selatan memegang dua jabatan yaitu sebagai Kepala Negara dan
juga Kepala Pemerintahan. Ia dipilih sewaktu Sidang Nasional (National
Assembly) dan Majelis Provinsi-provinsi Nasional (National Council of
Provinces) bergabung. Lazimnya, Presiden adalah pemimpin partai mayoritas
di Parlemen.
National Assembly mempunyai
400 anggota yang dipilih melalui pemilu secara perwakilan proporsional. National
Council of Provinces, yang telah menggantikan Senat pada 1997, terdiri dari 90 anggota yang mewakili setiap 9
provinsi termasuk kota-kota besar di Afrika Selatan.
Di Afrika Selatan, pemilu diadakan setiap 5 tahun
dan setiap rakyat berusia 18 tahun ke atas diwajibkan untuk ikut. Pemilu
terakhir ialah pada April 2004, di mana partai ANC
berhasil memenangkan 69,68% kursi di parlemen. Partai ini bersama Partai
Kebebasan Inkatha (6,97%) telah membentuk aliansi pemerintahan. Partai-partai
oposisi utama termasuk Aliasi Demokrat (12,37%), Gerakan Demokratik Bersatu
atau UDM (2,28%), Demokrat Bebas atau ID (1,73%), Partai Nasional Baru atau NNP
(1,65%) dan Partai Demokratik Kristen Afrika atau ACDP (1,6%).
Di samping itu, setiap provinsi di Afrika Selatan
mempunyai satu penggubal undang-undang negeri dan Majelis Eksekutif yang
diketuai oleh seorang Perdana Menteri atau "Premier".
Hubungan
RI-Afrika Selatan
Hubungan Indonesia-Afrika Selatan sudah terjalin
baik sejak tahun 1994 ketika kedua
negara menandatangani komunike bersama pembukaan hubungan diplomatik. Secara
politis, Indonesia ikut mendukung perjuangan Kongres Nasional Afrika
(ANC), partai yang dulu dipimpin Nelson Mandela, untuk menentang apartheid.
Sejak zaman Presiden Soeharto sampai Megawati Soekarnoputri,
kunjungan ke Afrika Selatan sudah pernah dilakukan. Begitu sebaliknya, Mandela
setidaknya dua kali ke Indonesia, yakni ketika masih menjadi presiden (1997) dan setelah tak menjadi presiden (2002).
Belakangan ini secara bergantian sejumlah pejabat
kedua negara juga saling berkunjung. Yang terakhir, Presiden Afrika Selatan
mengunjungi RI pada April 2005, dan kunjungan mantan presiden Indonesia
Megawati Soekarnoputri pada waktu yang hampir bersamaan untuk menerima sebuah
penghargaan pejuang kemerdekaan. Ia mewakili almarhum ayahnya, Ir. Soekarno. Sementara itu sejumlah pejuang
kemerdekaan dari berbagai belahan dunia (diwakili oleh anak/keluarga terdekat)
juga diundang di acara penghargaan ini, seperti Indira Gandhi, dan anak
perempuan dari Jawarharlal Nehru dari India.
Budaya
Penjara Pulau Robben yang menampung para tahanan
politik era apartheid, termasuk
Nelson Mandela, kini merupakan salah
satu Situs Warisan Dunia UNESCO.
Pergaulan bebas di kalangan masyarakat Afrika Selatan
di kawasan-kawasan perkotaan dan penindasan budaya kaum kulit hitam sewaktu era
apartheid telah mengakibatkan hilangnya
cara hidup lama di kota-kota di sini. Namun, budaya kulit hitam masih ada di
kawasan pedesaan. Beberapa perbedaan budaya tetap ada di antara etnis-etnis di
sana, seperti adat perkawinan dan
hukum adat mereka. Tetapi pada umumnya, tradisi masyarakat kulit hitam adalah
berlandaskan kepercayaan kepada dewa-dewa
yang perkasa serta maskulin, semangat nenek-moyang dan kuasa-kuasa gaib. Poligami juga dibenarkan dan
"lobolo" (mas kawin) biasanya akan dibayar. Kerbau memainkan peranan penting dalam
kebanyakan budaya, sebagai simbol kekayaan dan hewan korban.
Kesenian Afrika Selatan dapat dilihat dari berbagai lukisan gua dan batu oleh suku San, beberapa di antaranya dilukis sejak 26.000 tahun
yang lalu. Manik-manik yang direka secara teliti oleh suku Zulu juga merupakan kerajinan tangan yang populer di
negara ini. Sayangnya, budaya kaum kulit hitam telah dihapus sewaktu
era-apartheid. Tradisi sehari-hari yang berkaitan erat dengan tradisi dan budaya kaum kulit hitam
telah diabaikan dan juga dihapuskan. Contoh yang paling ketara adalah
pemusnahan "District Six", suatu kawasan multibudaya di Cape Town dan Sophiatown di Johannesburg, di mana banyak
pemusik-pemusik terkenal internasional berkumpul dan mengasah kemahiran mereka.
Antara kelompok musik terkenal termasuklah Ladysmith Black Mambazo
yang berhasil membawa musik Afrika Selatan ke dunia Barat, sebelum dan juga
selepas apartheid.
Dari segi makanan, bistik atau sosis boerewors, sayur rebus dan chips
(kentang goreng) adalah makanan utama, dan makanan yang lebih menantang
biasanya agak menakutkan. Makanan di sini mengarah lebih kepada daging. Makanan
kaum Afrika jarang dijual di restoran-restoran disini, walaupun orang-orang
dapat mendapatkan nasi yang murah serta "stew" dari gerai-gerai di
perkotaan. Bir dan brandy merupakan minuman paling
popular di kalangan masyarakatnya, dan anggur
semakin popular di sini.
Pendapat
saya : negara ini terkenal dengan politik
apartheid nya dan produsen berlian, emas, dan platinum terbesar didunia. Selain
itu afrika selatan pernah menjadi tuan rumah piala dunia.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar