Saya baru saja kehilangan pulsa tanpa saya sadari. Hal itu baru saya ketahui setelah mau menggunakan telepon seluler untuk menelepon. Padahal telepon selulernya jarang saya gunakan, karena hanya dipakai untuk mengakses internet yang sudah menggunakan paket langganan.
Setelah saya ingat-ingat, langsung saya berpikir, pasti ini gara-gara sms dari operator berkode 555 yang saban hari saya terima.
Sms-sms yang masuk setiap hari itu saya abaikan karena sebelumnya sudah saya unreg dan ada pemberitahuan bahwa saya telah berhenti dari undian berhadiah puluhan juta.Ternyata sms-sms yang masuk tanpa saya hendaki itu langsung memotong isi pulsa Rp 2000/sms.
Ini hanyalah satu dari sekian banyak peristiwa pulsa yang terpotong hanya karena kita menerima sms dari operator tanpa pemberitahuan dan kita hendaki dari berbagai macam modus.
Adik-adik saya semuanya juga pernah mengalami, sehingga harus berganti kartu sampai berkali-kali karena tidak tahu cara untuk berhenti. Sudah pakai berbagai kata kunci, unreg, stop, berhenti, dan entah apalagi, sms terus saja masuk. Mana tahan kalau sehari harus sampai menerima 3 sms, dimana persmsnya pulsa terpotong Rp 2000. Setelah saya tahu, saya sarankan langsung telepon ke customer servicenya, baru berhenti total.
Ada lagi teman yang selalu mematikan teleponnya karena setiap hari harus menerima sms penawaran barang lelang yang kemudian memotong pulsanya. Katanya, tidak bisa dihentikan, lalu saya kembali menyarankan untuk langsung menghubungi CS operatornya agar minta dihentikan.
Ada lagi provider yang dengan baik hati mengirimi sms yang berisi ayat-ayat suci. Bagus memang. Tapi kita harus rela pulsa terpotong Rp 1000/sms. Tidak peduli apakah ayat-ayat suci itu sesuai dengan agama kita atau tidak. Bayangkan kalau sehari sms yang terkirim itu 10 juta. Tinggal kali kan saja berapa pendapatnya setiap hari. Memang bisnis yang mengiurkan, bukan?!
Seperti kita ketahui, bisnis ini sudah digeluti oleh semua operator yang ada di Indonesia. Baik itu dilakukan oleh operatornya sendiri atau bekerjasama dengan pihak lain.
Menggunakan operator apapun saat ini, kita sudah kehilangan kenyaman, karena harus rela menerima sms-sms penawaran gratis atau undian berhadiah dan lainnya. Yang tentu sangat merugikan adalah setiap menerima sms, kita harus kehilangan pulsa. Bayangkan kalau setiap hari harus mengalaminya?
Sebagian dari kita mungkin hanya bisa berkeluh-kesah, kesal, atau marah-marah. Tapi apa daya?
Pulsa kita yang hilang, tak mungkin kembali lagi kalau kita mengadu ke pihak operator. Paling kiriman sms akan dihentikan, namun tak lama kemudian akan muncul lagi dalam bentuk lain.
Sementara ini kita hanya bisa pasrah, karena perlindungan komsumen di negeri ini memang lemah. Masalah pulsa yang terpotong ini, saya kira mungkin sudah banyak yang mengadu ke YLKI. Tapi seperti biasa, pihak konsumen selalu berada dipihak yang dirugikan dan produsen yang memiliki dana berlimpah selalu diuntungkan.
Tapi kalau pasrah terus, harus sampai kapan?
sumber : http://media.kompasiana.com/new-media/2011/07/22/pulsa-anda-hilang-pasrah-sajalah/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar